Tuesday, 21 May 2019

POKER ONLINE - Orang Dayak yang luar biasa di Jakarta dan akan melawan gerakan kekuasaan rakyat, inilah faktanya

Orang Dayak yang luar biasa di Jakarta dan akan melawan gerakan kekuasaan rakyat, inilah faktanya

Orang Dayak yang luar biasa di Jakarta dan akan melawan gerakan kekuasaan rakyat, inilah faktanya



POKER ONLINEAkun Facebook (FB) Nurhayati Diamond menciptakan postingan ke grup "Jokowi Bapak Pembangunan" yang inti isinya tentang aksi Power People. Dalam artikel yang sudah diberikan 1,760 kali per tangkapan layar ini dibuat, Nurhayati pun menyertakan foto-foto masyarakat Dayak.



Berikut narasi dalam artikel itu: "Sore Tadi Para Dayak Berbondong2 Ke Jakarta.....


Demi KPU Mereka Berbondong2 Bagi Ikut Menjaga KPU Dan Siap Melawan Peopel Power....


Agodapoker Puluhan Ribu Suku Dayak Mereka Antusias Berbondong2 Bagi Melawan FPI Yang Akan Bikin Rusuh NKRI Tercinta.....


Pasukan Siap Mati Ini Demi Menjaga NKRI Akan Ber....(lanjut halaman 12)".


PREDIKSI TOGEL PALING JITU - Setelah dilaksanakan penelusuran oleh Aribowo Sasmito, Co-Founder, Head of Fact Checker Committee di Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) ternyata potret yang diedarkan akun Nurhayati itu ialah hasil tangkapan layar dari video mengenai pawai masyarakat Dayak di Kalimantan Barat dalam rangka Gawai Dayak, pada tahun 2017. Bukan peristiwa "Sore Tadi" laksana klaim di narasinya.

"Konten yang diberikan akun Nurhayati itu ialah konten yang salah. Dimana saat konten yang pribumi dipadankan dengan konteks informasi yang salah," jelas Aribowo dalam debunk-nya, Senin (20/05/2019).

video yang diciduk layar lantas dijadikan potret dapat disaksikan di channel YouTube GMC BERTUS. Video tersebut diberi judul: "WAJIB NONTON!!! Bocah dilarang Nonton Ini".

Dipublikasikan pada 20 Mei 2017, dengan keterangan: "Berita Terbaru,..... tidak boleh lupa like and Subcrible ya boos, Orang Dayak mesti Subcribe dan like".

"Yang jelas, akun Nurhayati membagikan potret hasil tangkapan layar video unggahan tahun 2017. Dia menambahkan narasi untuk membina premis pelintiran yang dari segi waktu tidak cocok dengan konteks video yang sesungguhnya," tegas Aribowo.

No comments:

Post a Comment