Friday, 24 May 2019

POKER ONLINE - Ratusan anak di Pakistan memiliki epidemi HIV

Ratusan anak di Pakistan memiliki epidemi HIV

Ratusan anak di Pakistan memiliki epidemi HIV



POKER ONLINEKurang dari sebulan, lebih dari 600 orang terindikasi mengidap HIV. 75% salah satu mereka ialah anak-anak. Awal dari kejadian itu berawal pada Februari di Ratto Dero, suatu kota kecil bagian unsur selatan Pakistan. Awalnya sebanyak orang tua khawatir karena demam yang diderita anak-anak mereka tak kunjung sembuh. Anak-anak tersebut kemudian diangkut ke dokter. Dalam sejumlah minggu, semakin tidak sedikit anak-anak menderita penyakit serupa.

Dr Imran Aarbani, seorang dokter yang bertugas di salah satu lokasi tinggal sakit di kota tersebut merasa heran. Dia lalu menyarankan anak-anak itu menjalani tes darah. Apa yang ia khawatirkan sudah terjadi, anak-anak tersebut tertular HIV dan tidak terdapat yang tahu mengapa.


"Pada 24 April, sejumlah 15 anak ditetapkan positif mengidap HIV, kendati tak satupun dari orang tua mereka yang membawa virus tersebut," tutur seorang dokter lokasi tinggal sakit untuk BBC.

Bulan lalu, lebih dari 607 orang, 75% dari mereka ialah anak-anak didiagnosis terjangkit virus tersebut sesudah ada rumor yang melafalkan sejumlah family dikirim ke unit eksklusif di lokasi tinggal sakit kepunyaan pemerintah kota oleh departemen kesehatan provinsi Sindh.

Namun, barangkali yang lebih mengejutkan ialah ini bukanlah wabah kesatu yang melanda area tersebut dalam sejumlah tahun terakhir.


( Ribuan orang sudah menjalani tes darah di negara tersebut/AFP)

Agodapoker Selentingan yang menyinggung tentang bisa jadi wabah ini melanda provinsi Larkana di Sindh, mendorong ribuan orang menjalani tes darah lagi pada tahun 2016.

Dalam peluang tersebut, sejumlah 1.521 orang ditetapkan positif mengidap HIV, menurut angka-angka yang dipunyai badan penanganan AIDS, Sindh Aids Control Programme (SACP).

Sebagian besar dari mereka yang terjangkit ialah laki-laki dan, pada ketika itu, penyebabnya berhubungan dengan pekerja seks di wilayah tersebut, yang beberapa besar ialah transgender dan 32 salah satu mereka ditemukan membawa virus AIDS.

Meski Pakistan tidak mengizinkan praktik prostitusi, tetapi nyatanya masih terdapat PSK yang menjajakan jasanya dengan bebas. Salah satunya di lokasi penginapan semua wisatawan di Larkana, otoritas setempat menggerebek lokasi tersebut berhubungan dengan meluasnya penularan AIDS.

Namun bisakah penularan ini dikaitkan dengan penemuan semua petugas kesehatan baru-baru ini?

Dr Asad Memon, yang memimpin operasi SACP di Larkana, memercayainya - walau tidak secara langsung.

"Saya pikir virus (AIDS) tersebut dibawa oleh kalangan yang berisiko tinggi (seperti semua transgender dan PSK perempuan) kemudian mereka berobat ke "dukun" yang lalai merealisasikan standar kesehatan sampai-sampai menularkan ke pasien lainnya ," katanya untuk BBC.

"Dukun" yang ia maksud ialah orang-orang yang tidak profesional di bidangnya, mulai dari perawat-perawat yang membuka klinik sendiri dan menyatakan sebagai dokter, hingga calon-calon dokter yang menganggur dan tidak mempunyai pengetahuan standar kesehatan.


Di Pakistan, khususnya di wilayah pedesaan, orang lebih suka berobat ke "dukun" ketimbang ke dokter biayanya lebih murah, sebab mereka tidak jarang kali ada, dan tidak sedikit waktu untuk memperhatikan keluhan pasien.

Dr Fatima Mir, dokter spesialis di Rumah Sakit Universitas Aga Khan yang menangani AIDS di kalangan anak-anak, ketika ini mengerjakan pekerjaan sukarela di Ratto Dero. Ia sepakat hal kelalaian medis berhubungan dengan penularan AIDS di kalangan anak-anak di tahun 2016.

"Ada tiga teknik seorang anak bisa terinfeksi," jelasnya. "Baik melewati ibu menyusui yang membawa virus, melewati transfusi darah, atau melewati instrumen bedah yang terinfeksi atau jarum suntik."


Dalam beberapa besar permasalahan yang ia tangani, semua ibu negatif terpapar HIV dan sejumlah anak sudah menjalani transfusi darah. Jadi satu-satunya keterangan yang tersisa ialah praktik memakai satu jarum suntik untuk sejumlah pasien di klinik setempat.

Para pejabat berwenang pun tampaknya setuju. Sekitar 500 klinik yang tidak terdaftar sudah diperintahkan untuk diblokir di semua provinsi, lapor otoritas kesehatan.

Terlebih, seorang dokter spesialis anak di distrik setempat, Dr Muzaffar Ghangro, telah diciduk atas dakwaan menyebarkan AIDS melewati jarum suntik.

Namun ia menyangkal semua tuduhan, dengan menuliskan semua orang yang terinfeksi bukan pasiennya.


(Dr Muzaffar Ghangro diciduk atas sangkaan menyebarkan AIDS dengan memakai jarum-jarum suntik bekas di kliniknya - klaim yang dibantahnya./AFP)

Sementara itu, otoritas di Sindh - di antara wilayah dengan penularan HIV tertinggi di Pakistan - telah menyelenggarakan penyelidikan guna mengidentifikasi penyebab wabah tersebut.

Namun tersebut tidak menolong mereka yang telah didiagnosis terpapar virus yang akan dominan pada semua hidup mereka. Para dokter di unit eksklusif di lokasi tinggal sakit di Ratto Dero sekarang telah mengerjakan tes darah terhadap lebih dari 18.418 orang semenjak 25 April.

PREDIKSI TOGEL PALING JITU - Setidaknya 607 dari mereka telah ditetapkan positif sejauh ini, tiga perempat dari mereka ialah anak-anak antara umur satu bulan dan 15 tahun. Itu berarti terdapat ratusan orangtua yang menghitung ongkos - baik guna kesehatan anak-anak mereka, dan kehidupan keseharian mereka.

"Obat-obatan guna orang dewasa seringkali tersedia (dengan otoritas kesehatan) di Larkana, namun obat-obatan guna anak-anak, kami mesti pergi ke Karachi, yang dengan kata lain kami menguras ongkos sejumlah ribu rupee pada masing-masing perjalanan," tutur salah seorang ibu, yang mempunyai seorang balita wanita yang positif didiagnosis HIV, kata BBC.

"Suami saya hanyalah seorang buruh harian, jadi kami tidak dapat lagi mengongkosi semua." ujar seorang ibu yang anaknya terinfeksi HIV.

No comments:

Post a Comment